Dua Wujud Bentuk Yang Dijadikan Sumber Sejarah Lamongan

Dua wujud fisik yang bisa jadi asal penelusuran nama Lamongan yakni pertama, kali lamong dan yang kedua, makam mbah lamong. Kali lamong saat ini menjadi daerah perbatasan antara Lamongan, Mojokerto, mengalir ke timur yang bermuara di desa Segoromadu kabupten Gresik yang dulunya adalah pusat Kesunanan Giri. Meskipun Kali Lamong dulunya adalah rute perjalanan Ronggo Hadi, namun lokasinya jauh dari Lamongan yang saat itu dikembangkan Rangga Hadi. Sedangkan makam Mbah Lamong diyakini adalah Rangga Hadi atau Tumenggung Surajaya. Dan yang kedua inilah yang lebih banyak dipercaya ahli sebagai asal usul Lamongan. Pertanyaannya adalah mengapa Rangga Hadi mendapat sebutan Mbah Lamong. Maka ada dua cara untuk menelusurinya yakni dengan kesejarahan dan pengetahuan bahasa.
Dalam sejarahnya terdahulu tidak ada pedukuhan, kampung, atau sejenisnya bernama Lamongan. Namun jelas nama-nama tempat di Lamongat terkait dengan tokoh yang ada di wilayah tersebut sebagaimana ketika Rangga Hadi mencari tempat bernama Kenduruan ternyata adalah tempat yang dipimpin seseorang bernama Kenduru, kemudian nama tempatnya adalah Kenduruan. Lalu tempat tinggal Rangga menjadi Keranggan dan setelah menjadi tumenggung pindah ketempat baru yang kemudian bernama Tumenggungan. Jadi nama Lamongan diyakini erat kaitannya dengan Mbah Lamong yang menilik argumentasi diatas tempat/wilayahnya bernama Lamong-an atau Lamongan.
Dalam tinjauan etimologi, kata Lamong berasal dari kata “LA” dan “MONG”. “LA” berasal dari bahasa Kawi (Jawa Kuno) artinya baik, sedangkan “MONG” berasal dari kata “NGEMONG” dalam bahasa Kawi yang berarti mengasuh. Jadi LAMONG berarti pamong yang baik. Terkait dengan tinjauan etimologi ini, Rangga Hadi atau Tumenggung Surajaya yang makamnya kemudian terkenal sebagai makam Mbah Lamong mendapat sebutan demikian sebab selama hidupnya telah menjadi pamong atau pemimpin yang baik. Dengan kata lain, wilayah tersebut bernama Lamongan sebab wilayah yang menjadi kekuasaan sekaligus tempat tinggal Mbah Lamong pada abad ke XVI Masehi. Sebagai sebutan sebuah wilayah, sejak masa Rangga Hadi hingga saat ini masih bernama Lamongan.

0 Responses